Berikut ini adalah alumnus 2006/2007 yang semestinya ada gambar fotonya, tetapi pada lepas…. thil.., silahkan diambil…. (tetapi musti besabar loh)
ttd
Wakahumas
Berikut ini adalah alumnus 2006/2007 yang semestinya ada gambar fotonya, tetapi pada lepas…. thil.., silahkan diambil…. (tetapi musti besabar loh)
ttd
Wakahumas
Bagi kelas akhir dari MAN Kutowinangun yang telah lulus, dan telah menerima ijazah kami menyampaikan selamat…
Untuk kelas akhir MAN Kutowinangun yang telah mngikuti Ujian Nasional dan telah lulus, yang belum mengambil ijazah diberi kesempatan samapi dengan akhir Desember 2008.
AKHIR DESEMBER 2008 adalah batas terakhir pengambilan semua ijazah dari tahun berapapun yang masih tertinggal dan belum diambil di MAN Kutowinangun. Jika samapi batas terakhir ini belum diambil maka dilakukan kebijakan sebagai berikut :
1. Jika Ijazah atau SKHUN tidak bisa ditemukan karena banyaknya berkas, maka kehilangan ijazah (dan atau SKHUN) bukan menjadi tanggung jawab Madrasah.
2. Jika Ijazah atau SKHUN berhasil ditemukan maka dikenakan biaya sewa penitipan barang berharga (wadi’ah) [dalam istilah BCA : safe deposit box] yang besar biaya penitipannya adalah Rp 10.000,00 / pekan.
Untuk diperhatikan oleh para Alumni… terima kasih
Sebenarnya bermakna sekolah sama seperti sekolah lainnya,
Perbedaannya pada tambahan muatan pembelajaran Arabic Islamic
Seluruh Kurikulum yang dipergunakan sama sebagaimana kurikulum sekolah dari SD sampai dengan SMA. Untuk SD sering bernama Madrasah Ibtidaiyah, SLTP = Madrasah Tsanawiyah dan SLTA = Madrasah Aliyah
Perguruan Tingginya bukan Kulliyatul Mu’allimiin, tetapi IAIN atau IAI, LIPIA dll
Sekolah Menengah Atas yang berindentitas Agama Islam, dengan harapan dan misi membentuk kepribadian muslim Indonesia yang menyeluruh,
Tidak menjadikan tema Bom yang mencengangkan dan menggegerkan Umat dan dunia dengan teror-teror yang mengerikan. Tapi berusaha dengan tawadlu mengusung kebaikan dan bukan juga menuduh sana-menuduh sini begini ataupun begitu walau dengan dalil-dalil yang secara qath’i dan shahih dipertontonkan… yang ujungnya sebenarnya tidak sesuai dengan kelompok tertentu…
Islam digulirkan untuk rahmatan lil ‘alamiin.. bukan untuk menuduh sesat, kafir, bid’ah atau klaim-klaim negatif lain ketika tidak sesuai dengan kelompoknya . Islam saling bersaudara bukan saling mencerca, bukan saling memkafirkan, membid’ahkan atau .. atau … negatif lainnya.